Tiga Kandidat Gubernur Sumut Siap Mundur

Kompas.com - 12/04/2008, 21:49 WIB

Laporan wartawan Kompas Khaerudin

MEDAN, SABTU - Tiga dari lima kandidat Gubernur Sumatera Utara menyatakan siap mundur jika dalam periode kepemimpinannya dinilai gagal oleh rakyat. Tiga kandidat gubernur yang siap mundur adalah Tritamtomo, Abdul Wahab Dalimunthe dan Syamsul Arifin. Sedangkan dua kandidat lainnya Ali Umri dan RE Siahaan mengatakan, kalau dinilai gagal, mereka akan terus meningkatkan kinerjanya.

Dalam acara pentas kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) di Hotel Grand Angkasa Medan, Jumat (12/4), sempat mengemuka pertanyaan tentang kesiapan para kandidat mengundurkan diri dari jabatan jika dinilai gagal. Saat pembawa acara Meutia Hafidz bertanya kepada pasan gan calon apakah mereka bersedia mundur jika dianggap gagal memimpin Sumut, Umri yang dicalonkan Partai Golkar mengatakan tak bersedia. Dia malah menjawab, akan meningkatkan kinerjanya jika memang ada yang menganggap kepemimpinannya gagal.

Sedangkan Tritamtomo yang diusung PDI-P kembali mengulang janji saat kampanye beberapa hari sebelumnya. Prinsip kami harus ada satu titik kemajuan dalam pembangunan di Sumut ketika memimpin. Kalau dalam tiga tahun tak ada satu kemajuan pun, saya bersedia mengundurkan diri, kata Tritamtomo.

Giliran calon gubernur nomor urut tiga RE Siahaan yang diusung koalisi delapan parpol ditanya, dia mengatakan, akan mengembalikan sepenuhnya kepada rakyat. Rakyat memilih, rakyat menentukan. Kami dipilih oleh rakyat, jadi kami serahkan ke rakyat, katanya.

Calon gubernur nomor urut empat Wahab Dalimunthe juga mengatakan dengan tegas akan mengundurkan diri jika dalam tiga tahun kepemimpinannya dianggap gagal. Waktu paling cepat merealisasikan janj i-janji kampanye adalah tiga tahun. Kalau dalam tiga tahun janji-janji itu tak terpenuhi, saya lebih baik mundur karena saya enggak mencari kekuasaan dan kekayaan dari uang haram. Saya akan pulang kampung, ujarnya.

Hal yang sama diungkapkan calon gubernur nomor urut lima Syamsul Arifin. Dia mengatakan akan mundur jika rakyat menilainya gagal memimpin Sumut. Seperti Pak Wahab, saya juga akan pulang kampung ke Pangkalan Brandan. Mau nulis-nulis aja di sana, katanya.

Acara pentas kandidat merupakan puncak dari tahapan kampanye pilkada Sumut. Tiga panelis dihadirkan untuk menguji kelayakan dan kompetensi calon gubernur, yakni praktisi hukum dan HAM Todung Mulya Lubis , pengamat politik Universitas Sumatera Utara (USU) Subhilhar, pengamat ekonomi USU John Tafbu Ritonga.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau